Dangling Rainbow Hearts

Sabtu, 30 Maret 2013

EKONOMI

ILMU EKONOMI
1.      Pengertian
            Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikosnamos atau oikonomia yang artinya manajemen urusan rumah tangga. Khusunya penyediaan dan administrasi pendapatan (Sastradipoera, 2001 : 4). Namun sejak perolehan maupun penggunaan kekayaan sumber daya secara fundamental perlu diadakan efisiensi.Termasuk pekerja dan produksinya maka dalam bahasa modern istilah ekonomi tersebut menunjuk terhadap prinsip usaha maupun metode untuk mencapai tujuan dengan alat-alat sedikit mungkin. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa definisi tentang ilmu ekonomi.
Menurut Albert L.Meyers, ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempersoalkan kebutuhan dan pemuasan kebutuhan manusia (Abdullah, 1992 : 5). Kata kunci dari definisi ini adalah kebutuhan dan pemuas kebutuhan.Kebutuhan yaitu suatu keperluan manusia terhadap barang dan jasa yang sifat dan jenisnya sangat bermacam-macam dalam jumlah yang tidak terbatas.Pemuas kebutuhan jumlahnya terbatas. Aspek yang kedua inilah yang menurut Lipsey (1981 : 5) menimbulkan masalah dalam ekonomi, yaitu adanya suatu kenyataan yang senjang karena kebutuhan manusia terhadap barang dan jasa jumlahnya tak terbatas, sedangkan di lain pihak barang dan jasa sebagai alat kebutuhan sifatnya langka ataupun terbatas. Itulah sebabnya manusia di dalam hidupnya selalu berhadapan dengan kekecewaan maupun ketidak pastian.Definisi ini nampaknya begitu luas sehingga kita sulit memahami secara lenih spesifik.
Ahli ekonomi lainnya yaitu J.L Meij mengemukakan bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu tentang usaha manusia ke arah kemakmuran (Abdullah,1992:6). Pendapat tersebut sangat realistis karena ditinjau dari aspek ekonomi dimana manusia sebagai makluk ekonomi (Homo Economicus), pada hakikatnya mengarah pada pencapaian kemakmuran dalam kehidupan manusia secara ekonomi. Sesuai yang dituliskan pelopor liberalism ekonomi, yaitu Adam Smith dalam buku A Iquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations tahun 1967. Menurut Mankiw Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana masyarakat dalam mengelola sumber daya alam yang selalu langka dan terbatas itu.
Kemudian, Samuelson dan Nordhaus (1990 : 5) mengemukakan bahwa ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku orang dan masyarakat dalam memilih cara mengguanakan sumber daya yang langka dan memiliki beberapa alternatif penggunaan dalam rangka memproduksi berbagai komoditi, kemudian menyalurkan baik baik saat ini maupun masa depan kepada berbagai individu dan kelompok yang ada dalam suatu masyarakat. Menurut Samuelson, ilmu ekonomi merupakan ilmu pilihan. Ilmu yang mempelajari bagaimana orang memiliki sumber-sumber daya produksi yang langka atau terbatas untuk memproduksi berbagai komoditi dan dan menyalurkannya ke berbagai anggota masyarakat untuk segera di konsumsi.Jika disimpulkan dari tiga pendapat tadi di atas, walaupun kalimatnya berbeda-beda, namun tersirat bahwa pada hakikatnya ilmu ekonomi merupakan usaha manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam mencapai kemakmuran yang diharapkan, dengan memilih penggunaan sumber daya produksi yang sifatnya langka atau terbatas tersebut. Dengan kata lain ilmu ekonomi merupakan suatu disiplin tentang aspek-aspek ekonomi dan tingkah laku manusia.
Menurut Sadone Sukirno, Ilmu Ekonomi menganalisa biaya dan keuntungan dan memperbaiki corak penggunaan sumber daya (Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia).
           
2.      Metode Ilmu Ekonomi
Seperti yang telah dikemukakan bahwa ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang betsifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan berupa barang dan jasa yang bersifat langka serta memiliki kegunaan alternative. Untuk itu cara pemenuhan kebutuhannya berkaitan dengan metode-metode dalam ilmu ekonomi tersebut.
Adapun metode yang digunakan dalam Adapun metode-metode yang digunakan dalam ilmu ekonomi,menurut Chaurmain dan Prihatin (1994: 14-16) meliputi:
a.       Meode Induktif
Metode di mana suatu keputusan dilakukan dengan mengumpulkan semua data iformasi yang ada di dalam realitas kehidupan.Realita tersebut dalam setiap unsur kehidupan yang dialami individu, keluarga, masyarakat local dan sebagainya mencoba dicari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhannya tersebut dapat dikaji secara secermat mungkin.Sebagai contoh upaya menghasilkan dan menyalurkan sumber daya ekonomi.Upaya tersebut dilakukan sedemikian rupa sehingga sampai diperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga, dan waktu yang tepat bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan perencanaan yang dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara ataupun metode untuk menyusun daftar kebutuhan terhadap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.


b.      Metode Deduktif
Suatu metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar hukum, ketentuan atau prinsip umum yang sudah diuji kebenarannya. Dengan metode ini ilmu ekonomi mencoba menetapkan cara pemecahan masalah, sesuai dengan acuan, prinsip, hukum dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat hukum yang mengemukakan bahwa “jika persediaan barang-barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap, maka maka barang-barang dan jasa-jasa akan naik harganya”.Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para ahli ekonomi secara deduktif sudah dapat menentukan bahwa harus dijaga agar pesrsediaan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Boulding (1955: 12) menyebutnya sebagai metode eksperimen intelektual (the method ofintellectual experiment)

c.       Metode Matematika
Metode yang digunakan untuk memecahkan masalah-masalah ekonomi dengan cara pemecahan soal-soal secara 11 matematis. Hal ini maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaankebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil-dalil.Melaui pembahasan dalil-dalil tersebut dapat dipastikan bahwa kajiannya itu dapat diterima secara umum.

d.      Metode Statistika
Suatu metode pemecahan masalah ekonomi dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, penafsiran data, dan penyajian data dalam bentuk angka-angka secara statistik. Dari angka-angka yang yang disajikan, kemudian dapat diketahui permasalahan yang sesungguhnya untuk kemudian dicarikan cara pemecahannya. Sebagai contoh, pembahasan mengenai masalah pengangguran. Dalam hal ini bisa terlebih dahulu diidentifikasi unsur-unsur yang berkaitan dengan pengangguran, misalnya; data-data perusahaan, data-data tenaga kerja yang yang terdidik/kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang trsedia, jumlah dan tingkat upah yang ditawarkan perusahaan, temapat perusahaan beroperasi, maupun rata-ratempat tinggal para calon pekerja. Dari data yag tekumpul tersebut, seorang ahli ekonomi akan dapat menyusun pengolahan/analisis dan penafsiran data secara statistik yang berhubungan dengan pemecahan masalah pengangguran tersebut. Dari angka-angka statistik tersebut kemudian ia dapat menentukan cara-cara yang tepat untuk membantu mengatasi masalahmasalah pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti terhadap angka-angka yang disajian secara statistik.

3.      Ilmu Bantu
a   Matematika
ilmu ini mengkaji tentang besaran,struktur,ruang dan perubahan melalui penalaran logika dan abstraksi yang juga sering diterapkan dalam disiplin ilmu pengetahuan lainnya.
b.  Akuntansi
merupakan suatu proses mencatat,mengklasifikasi,dan menyajikan data transaksi kejadian yang berhubungan dengan keuangan yang berfungsi untuk mengetahui kondisi keuangan suatu organisasi dan juga menjadi dasar pengambilan keputusan.
c   Manajemen
secara universal di artikan sebagai penggunaan sumberdaya organisasi dengan melakukan fungsi-fungsi terkait untuk mencapai sasaran dan tujuan organisasi.
d Ekonomi Pembangunan Mikro-makro
            adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk memengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.
Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama.


e   Geografi
Berasal dari bahasa Yunani dari kata Geo(bumi)dan Graphies(menulis/menjelaskan).geografi erat kaitannya dengan factor lokasi,karakteristik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan(Strabo,1970).

f   Sosiologi
.Menurut Max Weber sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang tindakan sosial.Masyarakat adalah produk dari tindakan individu-individu yang berbuat dalam kerangka fungsi nilai, motif, dan kalkulasi rasional. Secara jelas, sosiologi bagi Weber adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dengan cara melakukan interpretasi atas tindakan sosial. Bertitik tolak dari konsep dasar tentang tindakan sosial.
g   Ilmu Komputer
Secara umum, Ilmu komputer (Ilkom), atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut Computer Science (CS), adalah ilmu yang mempelajari tentang komputer,baik perangkat keras (hardware)maupun lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik berkaitan dengan komputer, dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, dan perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer berbeda dengan pemrograman komputer, rekayasa perangkat lunak dan teknik komputer,


h   Ilmu Agama
sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya

i    Ilmu Budaya
sebagai ilmu bantu, ilmu ini membantu mengkaji tentang  pemikiran-pemikiran pada masyarakat yang mempengaruhi kekuatan system ekonomi.

j   Ilmu Politik
fungsinya sebagai ilmu bantu yakni mengkaji tentang kehidupan politik yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang berpengaruh terhadap kondisi perekonomian suatu Negara.

4.      Kegunaan Ilmu Ekonomi
a.       Perseorangan
1)      Dalam pengambilan keputusan-keputusan di dalam hidupnya, seringkali pertimbangan-pertimbangan ekonomis amat berpengaruh.
Contoh : apa yang dimakan hari ini

2)      Faktor-faktor ekonomi juga menjadi di dalam pertimbangan-pertimbangan ekonomi.
Contoh : keuntungan dan kerugian, selera, gaya hidup, bakat, dll.

b.      Dunia Usaha
Tujuan seorang pengusaha adalah memperoleh laba.Dalam rangka memperoleh laba tersebut, di sinilah hadir ilmu ekonomi.
Contoh : Memastikan bentuk pasar apa yang dihadapi pengusaha tersebut, penentuan harga produk, penentuan pemasaran produk, penentuan upah karyawan, dan sebagainya.

Manfaat Ekonomi Secara Umum
a.       Ilmu ekonomi dapat membantu memahami wujud perilaku ekonomi dalam dunia nyata secara lebih baik.
b.      Dengan mempelajari ilmu ekonomi akan membuat yang mempelajarinya lebih mahir atau lihai dalam perekonomian.
c.       Dengan menguasai ilmu ekonomi akan memberikan pemahaman atas potensi dan keterbatasan kebijakan ekonomi.

5.      Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Ilmu Sosial Lain
a.       Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Sosoiologi
Sebagaimana banyak dikemukakan oleh para ahli bahwa ilmu ekonomi merupakan kajian untuk memperoleh barang-barang dan jasa produksi, distribusi serta konsumsi.Suatu hubungan ataupun mata rantai antara penting antara ekonomi dengan sosiologi adalah keduanya merupakan basis sosial tentang perilaku ekonomi. Uang tidak akan berpindah keluar masuk bank dengan sendirinya atau sebagai jawaban atas kekuatan yang semata-mata bukan perseorangan. Hal itu disimpan oleh orang-oramg yang telah membuat keputusan sosial tentang antisipasi sesuatu maupun menabung untuk kepentingan pendidikan bagi anak-anak mereka. Dalam hal ini pula merupakan upaya yang sangat aktif oleh orang-orang yang ingin memiliki kepastian masa depan yang lebih cerah. Hubungan antara ekonomi dan sosiologi bahwa ekonomi merupakan basis perilaku sosial yang ikut menentukan tipe dan bentuk interaksi mereka. Para ahli sosiologi mengakui bahwa ekonomi dan material itu memiliki pengaruh atas minat serta motivasi kerja pada masyarakat (Popenoe, 1983:7)
Ilmu ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam dengan keterbatasan barang dan jasa yang tersedia.Misalnya ilmu ekonomi berusaha memecahkan persoalan yang timbul karena tidak seimbangnya persediaan pangan dengan jumlah penduduk, serta mempelajari usaha menaikkan produksi guna memenuhi kebutuhan masyarakat.Adapun sosiologi mempelajari unsur-unsur kemasyarakatan secara keseluruhan. Sosiologi mempelajari bagaimana manusia berinteraksi, bekerja sama, bersaing dalam upaya-upaya pemenuhan kebutuhan.
Proses Produksi
Dalam sebuah proses produksi, rumah tangga produksi (organisasi produksi) dan rumah tangga konsumen dilibatkan. Proses produksi membutuhkan perangkat teknis, yaitu faktor-faktor produksi (secara lebih spesifik adalah faktor modal seperti mesin-mesin pabrik dan sumber daya alam sebagai bahan baku). Untuk melangsungkan proses itu diperlukan tenaga kerja yang juga menjadi faktor produksi. Dalam sebuah proses produksi diperlukan pula peranan okupasi untuk memungkinkan produksi barang dan jasa oleh rumah tangga produksi (organisasi produksi). Terdapat dua macam organisasi produksi, yaitu organisasi formal dan informal.
Proses produksi ini dalam pandangan sosiologis ternyata memiliki peran yang cukup vital dalam rangka mempertahankan eksistensi (keberadaan) sebuah masyarakat. Proses produksi dilihat sebagai institusi ekonomi berperan untuk mengadakan kebutuhan-kebutuhan ekonomis sebuah masyarakat. Oleh karena itu, proses produksi tidak hanya dilihat dari segi ekonomis tetapi juga sosiologis yang mempunyai peran subsisten dalam sebuah struktur masyarakat.
Proses Distribusi atau Tukar-Menukar
Dengan mempelajari ciri-ciri pasar yang di dalamnya terdapat tukar-menukar dan menjadi ajang pertemuan antara produsen dan konsumen, kita dapat menilai apakah kepentingan ekonomis dapat dijembatani dengan kepentingan sosiologis.Akan lebih menguntungkan apabila keduanya dapat dijembatani sehingga kelanggengan masyarakat dapat dipertahankan.

b.      Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Psikologi
Bila dilihat secara sepintas, kedua bidang ilmu di atas memang tidak ada hubungannya satu sama lain, namun pada kenyataannya, kedua bidang ilmu tersebut sangat terkait satu dengan yang lainnya. ilmu psikologi adalah ilmu tentang kejiwaan manusia, sementara ilmu ekonomi adalah ilmu tentang kebutuhan tubuh dan jiwa manusia. bahkan di dalam ilmu ekonomi, khususnya pada bagian marketing management dan human resource management, ilmu psikologi benar-benar digunakan sebagai basis dari segala proses pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan perusahaan: profit yang sebesar-besarnya serta keunggulan daya saing dalam jangka panjang. 
Jiwa manusia juga memiliki kebutuhan, seperti layaknya tubuh manusia yang memiliki kebutuhan.hanya bedanya, jiwa manusia memiliki kebutuhan spiritual/emosi, sementara tubuh manusia memiliki kebutuhan fisik. jiwa manusia hanya bisa dirasakan keberadaannya melalui perasaan dan pemikiran, sementara tubuh manusia sudah bisa dirasakan keberadaannya melalui panca indera. namun bagaimanapun, baik jiwa maupun tubuh manusia ditakdirkan untuk saling mempengaruhi. apa yang terjadi pada jiwa manusia akan mempengaruhi kondisi tubuhnya, dan apa yang terjadi pada tubuh manusia akan mempengaruhi kondisi jiwanya.
Contoh yang mudah, ketika intonasi suara, raut wajah, dan gaya tubuh seseorang yang sedang sedih akan terlihat berbeda dengan intonasi suara, raut wajah, dan gaya tubuh orang lain yang sedang bahagia.

Secara umum, menurut abraham maslow ada 2 macam kebutuhan manusia sesuai dengan urutannya dari yang paling basic hingga ke yang paling sophisticated, yaitu:
1)      kebutuhan dengan naluri hewani, yaitu kebutuhan yang juga dimiliki oleh hewan
2)      kebutuhan dengan naluri manusiawi, yaitu kebutuhan yang hanya dimiliki oleh manusia

kedua macam kebutuhan ini dibagi lagi menjadi 5 jenis kebutuhan manusia sesuai dengan urutannya dari yang paling penting hingga ke yang paling ga penting, yaitu: yang termasuk kebutuhan dengan naluri hewani (kebutuhan tubuh) adalah:
1)      kebutuhan fisiologis
2)      kebutuhan sekuritas
3)       kebutuhan sosial yang termasuk kebutuhan dengan naluri manusiawi

(kebutuhan jiwa) adalah:
4)      kebutuhan akan pengakuan diri dari lingkungannya.
5)       kebutuhan akan aktualisasi diri terhadap potensinya

kelima jenis kebutuhan ini bekerja dengan sangat berurutan, sesuai tingkatannya dari yang paling penting hingga ke yang paling ga penting. bila kebutuhan yang kurang penting belum mampu dicapai, maka kebutuhan yang lebih penting takkan tercapai. misalnya, kebutuhan seseorang akan sekuritas belum tercapai, maka takkan mungkin kebutuhan sosialnya akan muncul. namun bila kebutuhan seseorang akan aktualisasi diri terhadap potensinya mulai muncul, maka dipastikan kebutuhan akan pengakuan diri dari lingkungannya sudah terpenuhi.
Walaupun kebutuhan akan pengakuan diri dan aktualisasi diri sifatnya benar-benar sangat jiwa, namun kebutuhan fisiologis, sekuritas, dan sosial juga mempengaruhi jiwa manusia. pada intinya, ada koneksi antara kejiwaan manusia dengan kebutuhan manusia, ada koneksi antara ilmu psikologi dan ilmu ekonomi. bahkan, bisa dikatakan bahwa segala macam yang berhubungan dengan jiwa manusia bisa dilihat dari segi ekonomi, karena semuanya memiliki obyek yang sama: manusia.

c.       Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Antropologi
Kekuatan, proses dan hukum-hukum ekonomi yang berlaku dalam aktivitas kehidupan ekonominya sangat dipengaruhi system masyarakat , cara berfikir pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tersebut. Masyarakat demikian itu, bagi seorang ahli ekonomi tidak akan dapat mempergunakan dengan sempurna konsep-konsep serta teori-teori tentang kekuatan, proses dan hukum-hukum ekonomi tersebut (yang sebenarnya dikembangkan dalam masyarakat Eropa-Amerika serta dalam rangka ekonomi internasional) jika tanpa suatu pengetahuan tentang sistem sosial, cara berfikir, pandangan dan sikap hidup dari warga masyarakat pedesaan tersebut. Dengan demikian, seorang ahli ekonomi yang akan membangun ekonomi di Negara-negara seperti itu , tentu akan memerlukan bahan-bahan komparatif mengenai, misalnya sikap terhadap kerja, sikap terhadap kekayaan, sistem gotong royong, dan sebagainya yang menyangkut bahan komparatif tentang berbagai unsure dari sistem kemasyarakatan di Negara-negara tersebut. Untuk pengumpulan keterangan komparatif tersebut  antropologi memiliki manfaat yang tinggi bagi seorang ekonom.
Kekuasaan ekonomi bersifat universal dalam membentuk wujud yang bermacam-macam, karena perubahan dalam hidup masyarakat lebih cepat dirasakan oleh manusia itu sendiri.Sedangkan antropologi yang mempelajari manusia dimana manusia itu sendiri tidak dapat lepas dari pengaruh ekonomi.

d.      Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Ilmu Sejarah
Walaupun kita tahu bahwa sejarah politik pada dua atau tiga abad terakhir begitu dominan dalam hisoriografi Barat, namun ironisnya mulai abad ke-20  sejarah ekonomi dalam berbagai aspeknya pun semakin menonjol, terutama setelah proses modernisasi. Dimana hamper setiap bangsa di dunia lenih memfokuskan pembangunan eknomi. Oleh karena itu, proses industrialisasi besertatransformasi sosial yang mengikutinya menuntun pengkajian pertumbuhan ekonmi dari sistem produksi agraris ke sistem produksi industrial (Kartodirjo : 1992:136)
Terbentuknya jaringan navigasi atau transportasi perdagangan di satu pihak dan pihak lain, serta jaringan daerah industry dan bahan mentah mengakibatkan munculnya suatu sistem global ekonomi. Lahirnya sistem global ekonomi tersebut memiliki implikasi yang sangat luas dan mendalam, tidak hanya pada bidang ekonomi saja, tetapi erat hubungannya dengan bidang lain, misalnya bidang politik.Hal itu tampak dengan pertumbuhan kapitalisme, mulai dari kapitalisme komersial industrial, hingga financial. Ekspansi politik ysng mendukungnya mengakibatkan timbulnya the scramble for colonies, persaingan tidak sehat yangb menjurus ke konflik dan perebutan jajahan, singkatnya makin merajalelanya iperialisme (Kartorodirjo, 1992 : 137)
Sepanjang  masa modern, yaitu lebih kurang sejak 1500 kekuatan-kekuatan ekonomis yang sentripetal mengarah ke pemusatan pasar dan produksi ke Eropa Barat, suatu pola perkembangan yang hingga perang dunia II masih tampak. Dari pertumbuhan sistem ekonomi global  yang kompleks itu menurut Kartodirjo (1992:137) dapat diekstrapolasikan berapa tema penting antara lain :
1)      Proses perkembangan ekonomi (economic development) dari sistem agraris ke sistem industrial , termasuk organisasi pertanian, pola perdagangan lembaga-lembaga keuangan  kebijaksanaan komersial dan pemikiran (ide) ekonomi
2)      Pertumbuhan akumulasi modal mencakup peranan pertanian, pertumbuhan penduduk, dan peranan perdagangan internasional
3)      Proses industrialisasi beserta soal-soal perubhan sosoalnya.
4)      Sejarah ekonomi yang berkaitan erat dengan permasalahan ekonomi, seperti kenaikan harga konjungtor produksi agraris, ekspanasi perdagangan, dan sebagainya.
5)      Sejarah ekonomi kuantitatif yang mencakup antara lain Gross National Product (GNP) per capita income

Sementara itu, perlu diketahui bahwa berbagai tema diatas memerlukan pola suatu metodologi yang menuntut kerangka konseptual yang lebih luas serta tidak terbatas pada pendekatan menurut konsep dan teori ekonomi saja.Dengan demikian, jelas bahwa kompleksitas sistem ekonomi dengan sendirinya menuntut pola pendekatan ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi, ilmu politik dan lain sebagainya.Untuk mengkaji fenomena ekonomi di negeri yang sedang berkembang, perlu pula dipergunakan ilmu bnatu, seperti antropologi ekonomi, sosiologi ekonomi, ekonomi politik, ekonomi cultural dan lain sebagainya.Semuanya itu dapat dicakup apabila digunakan pendekatan sistem dengan sendirinya, diperlukan analisis yang mampu mengekstrapolasikan komponen-komponen sistem itu beserta dimensi-dimensinya.
Perlu diketahui bahwa dalam pendekatan sistem, kita berangkat dari konsep ekonomi sebagai pola distribusi alokasi produksi dan konsumsi.Jelaslah bahwa pola itu berkaitan, bahkan sering ditentukan oleh sistem sosial serta stratifikasinya.Lebih lanjut, jelas pula korelasi faktor sosial dengan sistem politik atau struktur kekuasanya. Selanjutnya dalam perkembangan sejarah ekonomi mengalami pula diferensiasi dan subspesialisasi, antara lain dengan timbulnya sejarah pertanian: sejarah kota; sejarah bisnis; sejarah perburuhan; sejarah formasi kapital.

e.       Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Ilmu Politik
Jika ditinjau dari segi kehidupan masyarakat pengaruh ilmu politik dan ekonomi jelas saling bergantung, keduanya saling membutuhkan, bisa dikatakan salah satu diantara keduanya tidak bisa berjalan tampa iringan satu sama lain. Maka lazimya untuk mempelajari kedua pelajaran ini amat terkait dan terhubung. Para pemikir terdahulu menganggap ilmu ekonomi sebagai cabang dari ilmu politik, dari sinilah muncul nama atau gelar ilmu ekonomi politik. Karena dimasa itu pokok urusan ketertiban finansial dilihat atau diambil dari sumber penghasilan Negara, Sedangkan sekarang pemikiran tersebut telah berubah. Ilmu ekonomi dinyatakan independent dan terpisah dari pelajaran politik, dimana pelajaran ini mengajarkan masyarakat untuk berusaha, bagaimana,dimana, apa dan gimana mengatur dan memperoleh kekayaan. Singkatnya ekonomi adalah ilmu kekayaan.
Ekonomi berpengaruh dalam politik hanya dibeberapa titik saja, dimana titik penghasilan dan penyaluran dari kekayaan sangatlah besar pengaruhnya didalam pemerintahan.Bahkan juga disebabkan dari berbagai penyelesaian permasahan yang memang lazim timbul didalam Bernegara.Di berbagai Negara pemerintahan pengaruh yang terbesar terletak pada pertumbuhan ekonominya.Bertambahnya lapangan ekonomi didalam pemerintahan terjadi tiada henti- hentinya. Pajak, UU bea, Hak milik Negara dan pertolongan Negara terhadap lahan pertanian, industri dan perdagangan semuanya bukanlah salah satu hal dimana pemerintah berkuasa atas penghasilannya.
Kesejahteraan Negara yang baik dan sosialisme telah merombak keadaan fungsi Negara.Negara dewasa ini diartikan atau disangka langsung turut campur dalam bermacam lingkungan, dari aktifitas masyarakat menentukan perintah dalam hal kwalitas distribusi kekayaan dan juga materi barang milik masyarakat.
Tentu saja banyak permasalahan yang timbul dalam pemerintahan modern yang lahir dari dasar ekonomi, tuntutan terhadap lapangan kerja, modal hak milik tanah, ketidakrataan penurunan dan penaikan ekonomi, bahkan pesatnya kemajuan teknologi yang mempengaruh nasionalisasi.Perlu kita ketahui dalam Negara Komunis, Negara mengontrol secara keseluruhan kesatuan kehidupan ekonomi masyarakat.
Golongan dan grup ekonomi disetiap Negara terlaksana terus menerus dimana tertekan dalam administrasi untuk perlindungan dan kekayaan. Demikian pula, penggunaan kondisi ilmu ekonomi memiliki pengaruh besar dalam cita- cita perpolitikan dan institusi, Contohnya: adanya revolusi yang menimbulkan cita- cita kemerdekaan perseorangan, demokrasi, sosialisme dan komunis.
Dengan demikian eratnya hubungan antara ilmu politik dan juga ilmu ekonomi maka muncullah suatu ilmu baru yang kita kenal dengan sebutan ilmu ekonomi politik. Pembelajaran Ilmu Ekonomi Politik merupakan pembelajaran ilmu yang bersifat interdisiplin,yakni terdiri atas gabungan dua disiplin ilmu dan dapat digunakan untuk menganalisis ilmu sosial lainnya dengan isu-isu yang relevan dengan isu ekonomi politik.
Ilmu ini mengkaji dua jenis ilmu yakni ilmu politik dan ilmu ekonomi yang digabungkan menjadi satu kajian ilmu ekonomi politik. Dalam penggunaannya secara tradisional, istilah ekonomi politik dipakai sebagai sinonim atau nama lain dari istilah ilmu ekonomi (Rothschild, 1989).
Fokus dari studi ekonomi politik adalah fenomena-fenomena ekonomi secara umum, yang bergulir serta dikaji menjadi lebih spesifik ; yakni menyoroti interaksi antara faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor politik. Namun, dalam perkembangan yang berikutnya, istilah ekonomi politik selalu mengacu pada adanya interaksi antara aspek ekonomi dan aspek politik.
Adanya kelemahan instrumental ini menyebabkan banyak kalangan ilmuwan dari kedua belah pihak – berusaha untuk mempertemukan titik temunya, sehingga para ilmuwan ini berusaha untuk mencoba mengkaji hal ini dengan menggunakan pendekatan-pendekatan dalam ekonomi politik.
Dalam upaya memaksimalkan studi mengenai ekonomi politik, juga tidak boleh terlepas dari sistem ekonomi di negara yang bersangkutan. Terkait dengan hal tersebut, setidaknya dalam berbagai jenis yang ada, terdapat dua sistem ekonomi besar dunia yang dibagi menjadi dua kategori pokok, yakni sistem ekonomi yang berorentasi pasar (ekonomi liberal)dengan sistem ekonomi terencana atau yang lebih dikenal sebagai sistem ekonomi terpusat (sosialis). Sehingga dalam studi ekonomi politik akan ditemui masalah atau pertanyaan yang sama peliknya mengenai bagaimana faktor-faktor politik itu memengaruhi kondisi-kondisi sosial ekonomi suatu negara.
Dari penjelas di atas dapat dikatakan bahwa Ekonomi pasti berpengaruh terhadap politik, nah tumbangnya orde baru, pada massa peralihan orde reformasi sangat keras sekali dampaknya setelah itu muncullah istilah krisis moneter tahun 2000. Hal tersebut menunjukkan pengaruh politik terhadap ekonomi sangatlah berhubungan sekali.Kami juga mengambil contoh seperti kejadian di mesir ataupun di Libya, dimana ekonomi dipengaruhi sekali oleh kondisi politik yang kacau di Negara tersebut.
Selain itu munculnya aliran macam merkantilisme sebagai aliran perekonomian yang bertujuan memperkuat Negara dengan jalan menkonsolidasikan kekuatan dalam perekonomian menunjukkan hubunagan antara ilmu politik dan ilmu ekonomi tersebut.Disini jelas di perlukan alat untuk mengatur tentang perekonomian Negara, jelas alat yang di mangsud disini adalah politik.Di Negara-negara komunis, perekonomian –perekonomian di kendalikan oleh Negara, sehingga masuknya barang-barang eksport sangat di batasi, sampai kemudian pengaruh komunis memudar di eropa timur.
Di Negara-negara-negara liberal yang mengidolakan demokrasi bukannya tidak ada dominasi ekonomi. Di amerika serikat misalnya, walaupun terjadi free figt tetapi perekonomiannya yang kuat tampak sangat mempengaruhi pemilihan umum, bahakan mereka yang berdarah yahudi dapat berkiblat di Israel. Sehingga ada momok dalam kongres bahwa siapa yang menentang akan disingkirkan. Di Negara-negara yang berkembang, Negara mempunyai tugas yang relative lebih banyak dan berat dalam semua sector kehidupan, terutama dalam sector perekonomian.Tugas Negara menciptakan kesejahteraan tidak terbatas pada suatu golongan tertentu dalam masyarakat dan terbatas dengan waktu.
Hubungan yang lebih jelasnya, dalam mengajukan kebijakan atau siasat ekonomi tertentu, seorang sarjana ekonomi dapat bertanya kepada seorang ilmu politik, tentang politik manakah kiranya yang paling baik di susun guna mencapai tujuan secara ekonomi.Dalam mengajukan kebijakan untuk memperbesar produksi nasional misalnya, sarjana ilmu politik pasti ditanya tentang bagaimana cara-cara menanggulangi hambatan politis menuju arah tujuan ekonomi tersebut. Contohkan saja pembangunan lima tahun di Indonesia dulu memperhitungkan pula perkembangan social dan politik yang mungkin terjadi akibat pergeseran ekonomis yang timbul dari berhasil dan gagalnya kebijakan tertentu. Sebaliknya seorang sarjana ilmu politik dapat meminta bantuan juga kepada sarjana ekonomi tentang syarat-syarat ekonomis yang harus di penuhi guna mencapai tujuan politis tertentu, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan demokrasi.
Dengan pesatnya berkembangnya ilmu ekonomi modern, khususnya ekonomi internasional, kerjasama ilmu politiK dan ilmu ekonomi makin di buttuhkan untuk menganalisis siasat-siasat pembangunan nasional. Semua orang tidak akan bisa mengabaikan lagi pengaruh dan peran perdagangan luar negeri, bantuan luar negeri serta hubungan ekonomi luar negeri pada umumnya terhadap usaha-usaha pembangunan luar negeri. Menurut (Miriam Budiardjo 2009) ilmu ekonomi malahan telah menghasilkan suatu bidang ilmu politik yang baru.ini dinamakan pendekatan perilaku rasional (rational choice) yang lebih cenderung melihat manusia sebagai mahluk ekonomi (economic creature). Dianggap manusia dalam mengambil keputusan selalu memperhitungkan untung rugi baginya.
Hubungan lain tampak dari aspek sejarah maupun peranan ekonomi dalam politik dan sebaliknya. Ditinjau dari sejarah, ilmu politik dan ilmu ekonomi merupakan suatu bidang kajian yang terintegrasi yang dikenal.Demikian pemaparan tentang hubungan ilmu politik dengan ilmu ekonomi.

6.      Objektivitas / Subjektifitas
Upaya seorang ahli ekonomi dalam menelusuri segala hal yang berhubungan dengan ekonomi mulai mendapatkan kendala ketika sumber penelitian yang didapat tidak dapat menjelaskan secara penuh suatu peristiwa itu.Ini adalah tugas ahli ekonomi untuk dapat melengkapi hal itu dengan penafsirannya.Meskipun demikian juga harus tetap berusaha menulis dengan sebenar-benarnya (obyektif).Penafsiran (subyektif) tetap sangat diperlukan. Penafsiran dari seorang ahli ekonomi sangat diperlukan untuk menghubungkan suatu peristiwa dengan peristiwa yang lain,sehingga mendekati kebenaran. Dari sini dapat dilihat bahwa suatu penulisan atau perekonstruksian peristiwa ekonomi itu tidak dapat lepas dari unsur subyektivitas.Karena dalam peristiwa ekonomi itu tidak dapat obyektif seratus persen.Dalam peristiwa ekonomi, seseorang tidak dapat melepaskan subjektifitasnya.
Subyektivitas adalah kesaksian atau tafsiran yang merupakan gambaran hasil parasaan atau pikiran manusia. Sementara itu obyektivitas adalah usaha mendekatkan diri pada obyek atau dengan kata lain berarti bertanggung jawab pada kebenaran obyek. Seorang ahli ini dalam merekonstruksi ilmu ekonomi harus mendekati obyektivitas, karena akan didapat gambaran rekonstruksi yang mendekati kebenaran. Dalam merekonstruksi suatu peristiwa ekonomi diperlukan bukti-bukti atau lebih tepatnya fakta.Fakta itu disebut obyek, baik yang bersifat tertulis maupun yang tidak tertulis. Di sinilah akan muncul subyektivitas. Dia berusaha untuk bersifat interpretative (yang menerangkan mengapa dan bagaimana peristiwa terjadi dan saling berhubungan) maupun bersikap diskriptif (yakni menceritakan apa,dimana terjadi dan siapa yang ikut serta didalamnya). Sehingga dalam penulisannya lebih bermakna.Peristiwa ekonomi dengan memakai unsur subyektivitas itu lebih memberi warna pada perekonstruksian peristiwa ekonomi, karena dapat menguak lebih dalam peristiwa itu.Dengan demikian, ahli ekonomi selalu dituntut supaya dengan sadar dan jujur mengikatkan diri pada obyek dan berfikir secara obyektif.


7.      Konsep-Konsep Ilmu Ekonomi
Beberapa Konsep dalam ilmu Ekonomi seperti skarsitas, produksi, konsumsi, investasi, pasar, uang, Letter of Credit (LC), neraca pembayaran, bank atau perbankan, koperasi, kebutuhan dasar, kewirausahaan, perpajakan, periklanan dan perseroan terbatas.
a.       Skarsitas
Skarsitas atau kelangkaan adalah sebuah prinsip bahwa sebagian besar barang yang diinginkan orang hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas, kecuali barang bebas seperti udara. Dengan demikian barang umunnya dalam keadaan langka dan harus dijatah, baik melalui mekanisme harga maupun cara lainnya (Samuelson dan Nordhaus, 1990 : 535)
Dalam kaitanyya dengan masalah-masalah sosial lainnya, kelangkaan pun melahirkan teori stratifikasi sosial dalam sejarah perkembangan manusia.Teori skarsitas (kelangkaan) merupakan temuan pemikiran Michael Harner (1970) dan Morton Fried (1970), dan Rae Lesser Blumberg (1978).Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbul dan semakin intensnya stratifikasi sosial disebabkan oleh tekanan jumlah penduduk.Tekanan jumlah penduduk tersebut sangat berpengaruh terhadap sumber daya yang menyebabkan masyarakat pemburu dan peramu memiliki pola subsistensi pertanian.Pertanian akhirnya menggantikan pola subsistensi pemburu dan peramu.Sebut saja komunisme primitif dalam masyarakat pemburu dan peramu merupakan cikal bakal pemilikan tanah oleh keluarga besar, namun pemilikannya masih bersifat komunal daripada pribadi.
Makin meningkatnya tekanan jumlah penduduk mengakibatkan masyarakat holtikultura makin memerhatikan kepemilikan tanah serta makin kokohnya jiwa egosime pribadi sehingga menghilangkan apa yang disebut sebagai “pemilikan bersama”. Disamping itu, perbedaan akses terhadap sumber daya muncul dari suatu individu maupun kelompok. Memaksa individu maupun kelompok lainnya bekerja lebih keras untuk menghasilkan surplus ekonomi melebihi apa yang dibutuhkan sampaiterbentuknya kelompok yang bersenang-senang atau Leisure Class (Sanderson, 1995 : 161) dengan demikian, dalam teori kelangkaan tersebut tertanam kebiasaan persaingan maupun konflik materialistik.

b.      Produksi
Produksi dapat diartikan secara luas dan sempit.Dalam pengertian luas produksi adalah segala usahauntuk menambah atau mempertinggi nilai atau faedah dari sesuatu barang. Sedangkan dalam arti sempit, produksi adalah segala usaha dan aktivitas untuk menciptakan suatu barang atau mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain (Abdullah, 1992 : 4 ; 38).
Misalnya seorang petani berusaha menghasilkan padi atau beras melalui usaha bertani.Hal itu dapat diklasifikasikan produksi dalam pengertian sempit.Jika jumlah padi atau beras yang dihasilkan di tempat petani tersebut berlimpah bila dibandingkan dengan keperluan konsumsinya maka beras atau padi tersebut nilai atau faedahnya akan rendah. Kemudian, para pedagang berusaha membawa llimpahan beras tersebut ke tempat baru yang memiliki nilai faedah yang lebih tinggi.Untuk aktivitas yang terakhir ini dapat digolongkan produksi dalam arti luas.
Suatu aktivitas produksi tidak akan berjalan tanpa melalui proses produksi. Sebab suatu produksi tidaklah terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan suatu proses yang cukup panjang. Proses produksi adalah suatu proses atau kegiatan untuk memperoleh alat-alat pemuas kebutuhan, baik ssecara langsung maupun tidak langsung. Jadi, tujuan pokok dari produksi adalah untuk konsumsi.Bila jarak konsumen dan produsen berjauhan maka diperlukan adamya usaha-usaha untuk menyampaikannya kepada konsumen. Usaha-usaha untuk menyampaikan barang-barang dari produsen ke konsumen tersebut dinamakan proses “distribusi” (Abdullah, 1992 : 4 ; 38).
Terdapat empat macam faktor produksi, yakni alam, tenaga kerja, modal skill atau keterampilan
1)      Faktor alam, mencakup tanah dan keadaan iklim, kekayaan hutan, kekayaan kandungan tanah (mineral), kekayaan air sebagai sumber penggerak transportasi dan sumber pengairan dalam pertanian.
2)      Faktor tenaga kerja, yaitu peranan manusia dalam proses produksi.
3)      Faktor modal, yaitu semua batang yang dihasilkan dan diperguanakan dalam produksi masa depan. Barang-barang tersebut terkadang disebut sebagai barang-barang produksi atau investasi maupun barang modal, seperti mesin, gedung dan instalasi pabrik.
4)      Faktor skill atau keterampilan, yaitu beberapa jenis kecakapan atau keterampilan khusus yang diperlukan dalam proses produksi ekonomi. Adapun cakupan skills yang dimaksud meliputi managerial skill, technological skills,dan organizational skills. (Abdullah, 1992:41)

c.       Konsumsi
Secara sederhana, pengertian konsumsi adalah segala tindakan manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya faedah atau nilai guna suatu barang.Pengertian tersebut dapat dibandingan dengan Samuelson dan Nordhaus (1990:161) bahwa konsumsi adalah sebagai pengeluaran untuk barang dan jasa seperti makanan, pakaian, mobil, pengobatan, dan perumahan.Jadi, pengertian tersebut jelas berbeda dengan pemahaman yang hidup di masyarakat bahwa pemahaman konsumsi selalu berhubungan dengan makanan.
Seorang konsumen akan bersedia membeli suatu barang karena barang itu sangat berguna baginya. Begitupun terhadap jasa, seseorang membayar suatu jasa karena jasa tersebut sangat bermanfaat baginya. Dari pernyataan tersebut dapat dikemukakan bahwa setiap orang akan bersikap berbeda-beda melihat pentung tidaknya suatu barang dan atau jasa sesuai dengan keperluannya yang berbeda-beda pula. Menurut para ahli ekonomi yang mengembangkan pendekatan dengan fungsi kegunaan dalam permintaan konsumen ini, berpendapat bahwa kegunaan suatu barang dapat diukur secara cardinal, yaitu dengan cara membandingkannya dengan tingkat kegunaan dari barang-barang lainnya (Abdullah, 1992 : 35).
Dengan demikian pada umumnya setiap orang akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan terhadap bermacam-macam barang secara seimbang. Disinilah orang sebagai manusia dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, dengan sadar atau tidak akan menggunakan prinsip ekonomi. Artinya, ia akan berusaha untuk mencapai kepuasan dan kegunaan setinggi-tingginya melalui pemikiran yang serasional mungkin. Idealnya seorang konsumen akan nmempertimbangkan jumlah pendapatannya, daftar preferensi dari jenis barang yang akan di konsumsi;jumlah setiap barang yang dikonsumsi (Abdullah, 1992:37)


d.      Investasi
Investasi  dapat  diartikan  sebagai  perubahan  stok  modal  dalam  kurun waktu   tertentu,   bisanya   satu   tahun   buku   (Mullineux,   2000:   522). Makna investasi   tersebut   sering   dikacaukan   dengan   investasi   keuangan (financial investment)  yang  definisinya  adalah  pembelian  aset-aset  keuangan  seperti  saham dan obligasi yang nantinya akan akan dijual kembali begitu harganya meningkat, dan  hal  itu  lebih  terkait  dengan  analisis  jasa.  "Investasi"  juga  berbeda  dari investasi   inventori   yakni   penyimpanan   atau   perubahan   stok   produk   final, produk   setengah   jadi,   atau   bahan-bahan   mentah.Begitu-pun   barang-barang investasi modal (capital investment goods) berbeda dari barang konsumsi, karena hal  itu  dapat  menghasilkan  arus  jasa  selama  periode  tertentu,  dan  jasa  itu  tidak langsung  memenuhi  kebutuhan  konsumen.  Namun  demikian  sangat  diperlukan untuk  produksi  barang    dan  jasa  yang  dapat  memenuhi  kebutuhan  konsumen. Kedua-duanya  agak  mirip,  karena  sebagian    barang  konsumen  (yakni  durable goods  atau  berbagai  barang  yang  bisa  dipakai  berkali-kali  /  bisa  dimanfaatkan dalam waktu lama) dapat juga dikategorikan sebagai barang investasi.
Pembedaan  investasi  juga  dapat  juga  dibedakan  atas  dasar  lembaganya, ada dua yaitu yang dilakukan atas dasar investasi publik (dilakukan pemerintah), dan  investasi  yang  dilakukan  oleh badan-badan  swasta.  Selain  itu  investasi  juga dapat dibedakan berdasarkan tempatnya yang terbagi atas dua macam, yaitu; ada investasi  domestik  dan  ada  pula  investasi  asing.  Sedangkanpembedaan  yang berdasarkan jenis barangnya, investasi dapat digolongkan menjadi dua pula yaitu investasi  langsung  (seperti  pengadaan  pabrik,  peralatan,  dan  berbagai  sarana produksi),    dan  investasi  keuangan  atau  portofolio  seperti;  obligasi  dan  saham (Mullineux, 2000: 522)

e.       Pasar
Pasar adalah sebuah mekanisme yang melaluinya para pembeli dan para penjual  berinteraksi  untuk  menentukan  harga  dan  melakukan  pertukaran  barang dan  jasa  (Samuelson  dan  Nordhaus:  2003;  29).  Dengan  demikian  pasar  pada hakikatnya  juga merupakan  keseluruhan  permintaan  dan  penawaran  barang  serta jasa. 
Walaupun  sepintas  kelihatannya  seperti  sebuah  kumpulan  campur-baurnya penjual dan pembeli  yang  membingungkan  dan  merupakan  mekanisme  yang rumit,namun  sistem  ini  merupakan suatu  alat  komunikasi untuk  menyatukan pengetahuan dan tindakan-tindakan dari jutaan individu yang berbeda   untuk proses pemenuhan kebutuhan. Jika ditinjau dari    macam    atau    jenisnya, pasar dapat dibedakan berdasarkan :
1)      Barang-barang yang diperjual belikan, dapat dibedakan menjadi barang konsumsi dan faktor produksi
2)      Waktu terjadinya, dapat dibedakan menjadi pasar harian, pasar mingguan dan pasar bulanan, untuk pasar tahunan biasanya dilakasanakan dalam bentuk pekan raya.
3)      Lingkup aktivitasnya, dapat dibedakan menjadi pasar lokal, nasional, dan internasional
4)      Strukturnya, dapat dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, pasar oligopoli, pasar persaingan monopolistik.


f.       Uang
John  Maynard  Keynes  (1883-1946)  seorang  ekonom  neo-klasik  dalam bukunya Treaties on Money (1930) mendefinisikan "money [is] that by delivery of which  debt-contract  and  price-contracts  are  dis  charged,  and  in  the  shape  of which  a  store  of  General  Purchasing  Power  is  held",  yaitu  uang  adalah  alat penyelesaian  kontraktual,  dan  sebuah  store  of  value,  sebuah  wahana  purchasing power yang bergerak dalam lintasan waktu. Dengan demikian uang  secara umum dilihat  dari  fungsinya  dapat  didefinisikan  sebagai  alat  tukar  (Komaruddin,  1991: 397-398).  Uang  juga  berfungsi  sebagai  sebagai  satuan  ukuran  (standard   for valuing   things)   maupun   memiliki   fungsi   turunan   (seperti   sebagai   standard perincian  utang  atau  standard  deferred  payments,  dan  sebagai  alat  penyimpan kekayaan).
Namun   dalam   perkembangannya,   uang   juga   merupakan   alat   untuk menjalankan   kekuasaan   ekonomi.   Justru   oleh   karena   uang   memberikan   hak kekuasaan abstrak atas dasar-dasar dan jasa-jasa, maka pada umumnya   manusia ingin  memiliki  uang.  Uang  berarti  kekuasaan;  pada  sebuah  masyarakat  yang berlandasakan  dasar  individualistic,  uang  menjadi  alat  kekuasaan  dalam  tangan pemiliknya   (Winardi,   1987:   35).   Bahkan   jauh   sebelumnya   seorang   begawan sosiolog yang dipengaruhi filsafat historisme Wilhelm Dilthey yakni Max Weber (1864-1920)  dalam  karyanya  General  Economic  History  (Knight.  1961),  pernah mengemukakan  bahwa  "uang  adalah  ayahnya  partikelir".  Uang  akan  menjadi cikal-bakal  milik  swasta,  tentu  saja  setelah  melewati  proses  pembentukan  harga dan pembentukan kekuasaan.
Dalam  keadaan  ekstrim,  terlihat  suasana  yang  memprihatinkan  "Uang yang  semula  hanya  merupakan  alat,  berubah  menjadi  tujuan,  dari   benda  yang harus  mengabdi  ia  dapat  berubah  menjadi  penguasa"  (Winardi,  1987:  42).  Ini adalah   suatu   gambaran   yang   menakutkan   akan   fenomena   "pemujaan   uang". Apakah  pasti  semuanya  berdampak  negatif  tentang  uang?  Ternyata  tidak  selalu begitu, sebab uang juga  memiliki "sifat sosial ekonomi". Karena melalui uang yang  merupakan  bagian  pokok  dari  sesuatu  masyarakat,  juga  telah  berperan  atas lalu-lintas  pertukaran  dan  perdagangan,  serta  perindustrian.  Ia  dapat  diberikan cuma-cuma   maupun   dipinjamkan   ke   orang   lain   yang   membutuhkan   melalui peminjaman  kredit,  ia  dapat  memungkinkan  adanya  pembentukan  modal  yang setiap saat dapat dialihkan bentuknya berupa barang-barang.
g.      Letter of Credit
Letter of Credit(L/C) adalah suatu surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importir nasabah bank devisa bersangkutan dan ditujukan kepada  eksportir  di  luar  negeri  yang  menjadi  relasi  dari  importir  tersebut  (Amir, 1996: 1). Isi surat itu menyatakan bahwa eksportir penerima L/C diberi hak oleh importir  untuk  menarik  wesel  (surat  perintah  untuk  melunasi  utang)  aatas  Bank Pembuka   untuk   sejumlah uang yang disebut dalam surat itu. Bank yang bersangkuta menjaminuntuk  mengakseptir  atau  menhonorir  wesel  yang  ditarik tersebut  asal  sesuai  dan  memenuhi  semua  syarat  yang  tercantum  di  dalam  surat itu.
Adpun  peranannya  L/C  tersebut  dalam  perdagangan  internasional untuk memudahkan pelunasan pembayaran transaksi ekspor, mengamankan dana yang disediakan importir untuk membayar barang impor, untuk menjamin kelengkapan dokumen pengapalan. Perlu diketahui bahwa dalam praktiknya antara eksportir dan importir itu terpisah baik secara geografis maupun geo-politik.  Bahkan  tidak  mustahil  antara  eksportir  dan  importir  secara  pribadi saling  tidak  mengenalnya.  Sebab  bagi  eksportir  merupakan  risiko  besar  jika mengirimkan  barang  bila  tidak  ada  jaminan  pembayaran.  Oleh  karena  untuk mendapatkan jaminan tersebut, eksportir meminta kepada importir agar membuka Letter   of   Credit   untuknya.   Dan   L/C   inilah   yang   merupakan   jaminan   atas pelunasan barang yang akan dikirimkan oleh eksportir.
Dengan  demikian  untuk  kepentingan  eksportir  L/C  harus  dibuka  terlebih dahulu   sebelum   barang   dikirim. Begitu   juga   sebaliknya,   pembukaan   L/C merupakan   jaminan pula untuk importir bersangkutan   untuk   memperoleh pengapalan  barang  secara  utuh  sesuai  dengan  yang  diinginkannya.  Sedangkan dana  L/C  tersebut  tidak  akan  dicairkan  tanpa  penyerahan  dokumen  pengapalan. Dengan   demikian   dapat   dikatakan   bahwa   Letter   of   Credit   merupakan   suatu instrumen    yang    ditawarkan    bank    devisa    untuk    memudahkan    lalu-lintas pembiayaan dalam transaksi perdagangan internasional (Amir, 1996: 2).

h.      Neraca Pemabayaran
Neraca  pembayaran"  (balance  of  payments)  adalah  keseluruhan  catatan akuntansi   dari   transaksi-transasksi   internasional   suatu   negara   dengan   negara lainnya (Thirlwall, 2000: 58). Penerimaan valuta asing dari penjualan barang dan jasa  disebut  ekspor  dan  sebagai  item  kredit  dalam  apa  yang  disebut  neraca transaksi berjalan (current account) yang merupakan salah satu bagian dari neraca pembayaran. Sedangkan pembayaran valuta asing untuk pembelian barang-barang dan  jasa  disebut  impor  dan  muncul  sebagai  item  debet  dalam  neraca  berjalan. Selain itu juga perlu diketahui bahwa ada transaksi-transaksi dalam modal   yang muncul  sebagai  neraca  modal    terpisah.  Arus  keluar  modal  (capital  outflows) adalah  transaksi     untuk  membiayai  aktivitas  permodalan  internasional  seperti penanaman   modal   di   luar   negeri,   misalnya,   dan   diperlukan   sebagai   debet, sedangkan arus masuk modal (capital inflows) adalah sebaliknya   dan diperlukan sebagai kredit.
Namun dalam hal ini defisit pada negara berjalan bisa diseimbangkan atau ditutupi   dengan   surplus   pada   neraca     modal   dan   demikian   juga   sebaliknya. Mengingat  nilai  tukar  valuta  asing  adalah  harga  dari  uatu  mata  uang  terhadap mata  uang  lain,  total  kredit  (suplai  valuta  asing)  dan  debet  (permintaan  valuta asing)    harus    sama    jika    nilai    tukar    dibiarkan    berfluktuasi    bebas    untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan valuta asing. Namun demikian, jika nilai tukar tidak bebas bergerak, maka defisit atau surplus akan meningkat. Defisit bisa dibiayai  dengan pinjaman pemerintah dari bank-bank dan lembaga keuangan Internasional   Monetary   Fund,   atau   dengan   menarik   sebagin   cadangan   emas devisnya.   Surplus   bisa   dimanfaatkan   dengan   memperbesar   cadangan   atau dipinjamkan ke luar negeri (Tirlwall, 2000: 57).
Terdapat  tiga  pendekatan  utama  dalam  penyesuaian  neraca  pembayaran yang  telah  dikembangkan  oleh  para  ahli  ekonomi,  khususnya  berkenaan  dengan bagaimana   cara   memandang   defisit.   Pertama,   pendekatan   elastisitas;   yang melihat    defisit  sebagai  hasil  distorsi  harga  relatif    dalam  hal  ini  disebabkan kurangnya  kompetisi  pasar.  Di  sini  penyesuaian  seyogyanya  dilakukan  melalui depresiasi   nilai   tukar   sesuai   dengan   nilai   elastisitas   harga   permintaan   untuk kelebihan unit impor dan ekspor. Kedua, pendekatan  absorsi, yang melihat defisit sebagai  akibat  dari  kelebihan     pembelanjaan  atas  output  domestik,  sehingga penyesuaian  yang  baik  adalah  menurunkan  pembelanjaan  secara  relatif  terhadap output.   Ketiga,   pendekatan   moneter,   yang   memandang   defisit   sebagai   suatu kelebihan  suplai  uang  relatif  terhadap  permintaan,  sehingga  penyesuaian   hanya bisa berhasil jika permintaan uang  bisa dinaikan secara relatif terhadap suplainya. (Tirlwall, 2000: 57).

i.        Bank (Perbankan)
Istilah   "bank"   mempunyai   arti   yang   sebenarnya   dan   sudah   berakar khususnya  pada  masyarakat  Eropa  bermakna  "meja"  atau  "kounter".  Pengertian "meja" yang dimaksud adalah "meja" yang sering dipakai tempat penukaran uang di pasar pada Abad Pertengahan dan bukan "meja" yang dipakai oleh para "lintah darat"  (Revel,  2000:  60).  Pada  mulanya  bank-bank  yang  ada  pada  masa  lalu  itu acapkali  bermula  sebagai  usaha  yang  disubsidi  oleh  para  pedagang,  awak  kapal, pedagang  ternak,  dan  belakangan  ini  para  agen  perjalanan.  Ada  pula  bank-bank yang muncul dari bisnis perhiasan emas yang beberapa di antaranya disubsidi oleh para  dermawan.  Namun  setelah  dua  abad  lebih,  perbankan  berkembang  menjadi sector  perdagangan  mandiri,  dan  muncul  berbagai  perusahaan  dan  rekanan  yang menjalankannya sebagai bisnis yang tersendiri (Revel, 2000: 58).
Salah  satu  hukum  yang  berlaku  dalam  bank  adalah  menerima  tabungan uang  dan  memberikan  pinjaman  dengan  mengambil  keuntungan,  kendati  dalam hal-hal   tertentu   tabungan  dan   pinjaman   dibatasi   dalam  waktu   relatif   pendek maupun  menengah.  Secara  keseluruhan  fungsi  bank  utama  dapat  dirinci  sebagai berikut:
1.   Menghimpun dana-dana yang dimiliki masyarakat.
2.   Menyalurkan  dana  yang  telah  berhasil  duhimpun  tersebut dalam bentuk kredit.
3.   Memperlancar   kegiatan   perdagangan   dan   arus   lalu-lintas uang antara para pedagang (Abdullah, 1992: 216).
Di  balik  fungsi  itu  juga  bank  melakukan  tugas-tugas  lainnya  seperti menciptakan uang, melakukan inkaso .Untuk tugas menciptakan uang tersebut, sebetulnya  terdapat  variasi.  Bank  sentral  dapat  menciptakan  uang,  baik  uang kartal  dan  uang  giral.  Sedangkan  di  luar  bank  sentral  (bank  sekunder)  hanya boleh  menciptakan  uang  giral..  Sedangkan  untuk  tugas-tugas  melakukan  inkaso, hal  ini  dilakukan  mengingat  perdagangan  dewasa  ini  semakin  kompleks  dan melampui  batas-batas  suatu  negara.  Di  sinilah  para  pedagang  besar  umumnya memilih  menggunakan  jasa  bank  dalam  membayar  atau  menagih  hasil  transaksi dagangnya.  Umumnya  pedagang  yang  demikian  menggunakan  alat  pembayaran berupa cek atau giro yang ditagih dari bank atau dipindahbukukan   pada rekening nasabah  yang  bersangkutan.  Pekerjaan  bank  yang  berkaitan  dengan  membayar dan menagih untuk atau atas nama pihak lain seperti dijelaskan di atas, dinamakan sebagai fungsi bank selaku inkaso.
j.        Koperasi
Koperasi adalah sebuah gerakan ekonomi atau sebagai badan usaha milik bersama (Choumain dan Prihatin, 1994 : 364). Sebagai gerakan ekonom, koperasi mempersatukan sejumlah orang yang memiliki kebutuhan yang sama dan sepakat bahwa kebutuhan bersama itu akan direncanakan, dilakasanakan, dikendalikan, diawasi, serta dipertanggungjawabkan secara bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan kebersamaan. Sedangkan sebagai badan milik bersama, koperasi merupakan sebuah badan yang bertujuan melakukan usaha pemenuhan bersama seluruh anggota.
Jika ditilik sejarah perkembangannya, koperasi pertama dibentuk pada tahun 1844 di Toad Lane, Rochdale oleh 28 pekerja Lancashire yang selanjutnya mengembangkan tujuh prinsip koperasi yang sampai sekarang masih menjadi landasan gerakan koperasi diseluruh dunia, walaupun tidak sepenuhnya mendapat penekanan yang sama. Ketujuh prinsip tersebut adalah keanggotaannya  bersifat terbuka, satu anggota satu suara, perputaran modal terbatas, alokasi surplus produksi disesuaikan atau kontribusi dari masing-masing anggota, jasa penyediaan uang tunai, penekanan pada aspek pendidikan, dan bersifat netral dalam soal agama dan politik. (Estrin, 2000 : 76)
Di Indonesia asas koperasi diatur dalam undang-undang perkoperasian dengan asas kekeluargaan dan gotong royong.Ini tidak berarti bahwa koperasi meninggalkan sifat dan syarat-syarat ekonominya yang menghilangkan proefisiennya.Jenis-jenis koperasi bisa dibedakan dalam asas berikut.
1)      Lapangan Usaha, meliputi koperasi konsumsi, yaitu koperasi pemenuhan kebutuhan barang-barang untuk anggota dan koperasi produksi yang memproduksi untuk disalurkan ke para anggotanya, seperti koperasi kerajinan tangan, pertanian, perindustrian, dan simpan-pinjam
2)      Menurut lingkungannya, dapat dibedakan menjadi koperasi fungsional yang sering dibentuk di kantor tempat para anggotanya bekerja dan koperasi unit desa yang terbesar di desa-desa, serta koperasi sekolah yang tersebar di beberapa sekolah.


k.      Kebutuhan Dasar
Konsep kebutuhan dasar telah memainkan peran penting dalam analisis kondisi , khususnya di Negara miskin dan berkembang. Drenowski dan Scott (1966) mengemukakan bahwa istilah kebutuhan dasar memiliki riwayat yang panjang. Menurut Townsend (2000 :61), istilah kebutuhan dasar mulai dipakai secara luas sejak Koferensi Tenaga Kerja Indonesia (ILO) yang berlangsung di Jenewa tahun 1967, yang mengemukan bahwa kebutuhan dasar memiliki dua unsur
1)      Kebutuhan dasar meliputi jumlah minimum tertentu yang dibutuhkan oleh suatu keluarga untuk konsumsi pribadi, meliputi makanan, perumahan  sandang, serta perabot dan peralatan rumah tangga
2)      Kebutuhan dasar meliputi layanan pokok yang disediakan oleh dan untuk komunitas secara keseluruhan, seperti kesehatan, pendidikan, air minum yang aman, sanitasi, angkutan umum dan fasilitas-fasilitas budaya.
Konsep kebutuhan dasar tersebut, mendapat tempat yang penting dalam perdebatan yang berlangsung terutama dalam hubungannya antara Dunia Pertama dan Dunia Ketiga. Menurut Townsend (2000 : 62).
“semakin diakui aspek-aspek sosial dari konsep itu, semakin perlu pula diakui relativitas kebutuhan atas sumber-sumber daya duniadan nasional. Semakin konsep itu dibatasi pada barang-barang dan fasilitas-fasilitas fisik, semakin mudah orang berpendapat bahwa yang diperlukan adalah pertumbuhan ekonomi saja, bukan kombinasi yang kompleks dari pertumbuhan, pemerataan, penataan perdagangan, dan hubungan-hubungan institusional lainnya”

l.        Kewirausahaan
Konsep  "kewirausahaan"  atau  "entrepreneurship"  merujuk  kepada  suatu sifat keberanian, keutamaan   dan dalam mengambil risiko dalam kegiatan inovasi (Samuelson  dan  nordhaus,  (1990:  518;  Cason,  2000:  297;  Abdullah,  1992:  128). Dari  kata  entrepreneur  tersebut  maka  muncullah  tafsiran  yang  beragam,  seperti; merchant  (pedagang),    "pemilik  usaha",  sampai  "petualang".  Dan,  orang  yang mempopulerkan istilah/konsep tersebut adalah John Stuart Mill (1948) di Inggreis.
Menurut   Schumpeter,   para   wira   usaha   adalah   penggerak   atau   motor ekonomi, karena fungsi inovasi yang mereka jalankan menduduki tempat sentral. Terdapat lima tipe inovasi yang menonjol
1)      pengenalan barang baru atau barang lama  dengan  mutu  lebih  baik
2)      penemuan  metode  produksi  yang  baru
3)      pembukaan  pasar  yang  baru,  khususnya  untuk  ekspor
4)      perolehan  sumber pasokan  bahan  baku  yang  baru
5)      penciptaan  organisasi  industri  yang    baru, misalya  pembentukan  jaringan  usaha  terpadu  yang  bisa  beroperasi  monopoli (Casson,  2000:  297). 
Namun  demikian  wirausahaawan  bukan  "penemu"  murni, dia    hanya    yang    pertama kali memanfaatkan penemuan tersebut, danmempertaruhkan  sumberdayanya sendiri  untuk  mencapai  suatu  usaha  yang  tak terbayangkan  oleh  orang  lain.  Tetapi  bukan  pula  seorang  wirausahawan  menjadi "penjudi  risiko  minimal".  Karena  keputusan-keputusan  yang  diambilnya  juga penuh  perhitungan  melalui  proses-proses  manajerial  yang  teruji.  Oleh  karena  itu seorang  wirausaha  menurut  Casson  adalah  sebagai  yang  berspesialisasi  dalam mebuat   keputusan,   karena   dia   memiliki   akses   khusus   dalam   memperoleh informasi (1982).
m.    Perpajakan
Konsep  "per pajakan"  mengacu  kepada  suatu  pembayaran  yang  dilakukan kepada    pemerintah  untuk  membiayai  pengeluaran-pengeluaran  yang  dilakukan dalam hal menyelenggarakan jasa-jasa, untuk kepentingan umum, yang sekaligus sebagai sumber pendapatan negara (Brown, 2000: 1082).
Di  kalangan  negara-negara  maju,  rata-rata  pajak  menduduki  seperlima sampai setengahnya dari GDP. Contohnya di Swedia sampai setengah dari GDP.Selandia Baru mengalami peningkatan 61%. Di sini diasumsikan bahwa besarnya pendapatan  pajak bagi negara telah ditentukan sebelumnya.Hal ini memungkinkan pemerintah menentukan sendiri bagaimana mencapainya.Menurut Brown (2000: 1082-1083) terdapat tiga peranan pajak dalam masyarakatyaitu efek alokatif efek distributif efek adminis tratif.
1)      efek   alokatif;   bahwa   pajak   mempengaruhi   perilaku   warga. Artinya  bahwa  dengan  adanya  pentuan  besar/kecilnya  sesorang  sebagai  obyek pajak,  akan  memiliki  pengaruh  terhadap  perilaku  warga  masyarakatnya.  Sebagai contoh  karena  dia  tahu  bahwa  dalam  setiap  pembelian  barang  pasti  dikenakan pajak  pembelian  barang,  maka  dia  akan  hati-hati  dalam  membeli  barang,  atau tidak  dengan  serta  merta  ia  akan  membeli  barang.
2)      efek  distribusional. Artinya  bahwa  pajak  memiliki  pengaruh  terhadap  distribusi  pendapatan.  Sebagai contoh   buat   apa   "kerja   lembur"   banyak-banyak   jika   PPh-nya   cukup   tinggi?
3)      efek    administratif.    Di    sini        diartikan    bahwa    memungut    pajak mengakibatkan  munculnya  biaya-biaya  baik  pada  sektor  publik  maupun  swasta yang bervariasi. Contohnya   di   Indonesia   ketika kita akan membayar pajak kendaraan     ironisnya  justru  orang-orang  yang  "bijak"  sering  menjadi  korbanpemerasan.  Salah  stu  penentu  utama  biaya  administratif  adalah  kompleksitas hukum, yang ironisnya jika hal ini dibiarkan dapat mengurangi kesadaran hukum bagi warga untuk bayar pajak kendaraan tepat waktu.

n.      Perseroan Terbatas
Konsep perseroan terbatas merupakan konsep yang paling popular dalam ekonomi, mendasarkan kepemilikan dan tanggung jawab pada sejumlah saham yang sepenuhnya diakui sebagai hukum.Terdapat tiga karateristik dalam erseroan terbatas, yaitu.
1)      Setiap utang perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaan dan tidak dapat dikaitkan dengan kekayaan pribadi pemegang sahamnya
2)      Identitas perusahaan tidak akan berubah, sekalipun saham dialihkan kepada pihak lain
3)      Hubungan kontraktual dilakukan dan menjadi tanggung jawab dewan direksi (Reekie, 2000 :176)
Karena tiga karateristik yang dimiliki badan usaha perseroan terbatas tersebut maka jenis badan usaha ini merupakan suatu lembaga yang paling mudah berkembang.Hal itu dapat dipahami karena risiko utang bagi pemilik saham dapat diabaikan sehingga perseroan dapat berani berekspansi secara maksimal, selama ada pihak yang memberikan pinjaman usaha.Kemudahan jual beli saham pun membuat badan usaha tidak terpengaruh oleh preferensi individual pemiliknya.
Bernama ekonom ternama memberikan komentar yang beragam terhadap perseroan terbatas tersebut. Schumpeter dalam Capitalism, Soialism, and Democracry (1950) mengkritik hal itu sebagai suatu hal yang akan menyulitkan pengelolaannya. Namun, Hessen dalam In Defense of Corporation (1979) berpendapat justru dengan terbatasnya tanggung jawab pemilik perusahaan, yaitu hanya sebatas saham yang dimiliknya dan prinsip kepemiikan bersama adalah suatu kontrak khas swasta, bukan Negara atau pemerintah. Penyusunan kontrak secara bebas adalah wahana peningkatan efisiensi yang sangat diperlukan kalangan swasta, bukan untuk mengelakkan tanggung jawab.
Perlu diketahui secara histori, terbatasnya tanggung jawab pemilik perusahaan merupakan keistimewaan yang diberikan pemerintah inggris pada abad ke-15 untunk merangsang minat usaha swasta. Kemudian pada abad ke-17 prinsip tersebut disebarluaskan le berbagai wilayah jajahan Inggris melalui East India Company danHudson By Company yang kemudian dibakukan menjadi undang-undang parlemen pada tahun 1662 (Clapham, 1957). Sejak saat itu badan usaha ini makin populer karena merangsang kreativitas dan keberanian para pengusaha dalam menekuni bisnis. Bahkan, jenis badan usaha ini pula yang kemudian mengembangkan beberapa jalan raya dan kereta api ternama di Inggris tahun 1780-1790 dan 1830-1840an (Reekie, 2000:176  )


o.      Periklanan
Istilah   "perikalanan"   menngacu   pada   suatu   komunikasi   pasar   yang dilakukan  para  penjuan  barang  dan  jasa.    Pada  mulanya  yang  paling  banyak memperhatikan bidang ini  ini adalah para ekonom, dan pembahasannya didasrkan pada   konsep   kunci   informasi   dalam   konteks   struktur   pasar   di   tingkat   lokal maupun  nasional  (Jhally,  2000:  7)..  Walaupun  sudah  banyak  penelitian  empiris dilakukan  untuk  melihat  efektivitas  periklanan  dalam  meningkatkan  permintaan produk   (baik   iklan   yang   sifatnya   individual   maupun   untuk   pasar   secara keseluruhan).  Namun  keseluruhan  penelitian  itu  tidak  bisa  menyimpulkan  secara tegas seberapa efektif periklanan itu dari segi ekonomi (Albion dan Faris, 1981).
Terdapat  beberapa  peneliti  tentang  peranan  iklan  dalam  perekonomian. Struart   Owen   dalam   karyanya   Captains   of   Consciousness   (1979)   periklanan memiliki fungsi kembar terhadap kapitalisme, (1) menciptakan permintaan untuk menampung  kapasitas  barang-barang  industri,  (2)  mengalihkan  perhatian  dari konflik kelas di tempat kerja dengan mendefinisikan identitas menurut konsumsi, bukan    produksi.    Kemudian    teoretisi    budaya    Raymond    Williams    (1980) menambahkan    bahwa    periklanan    merupakan    sebuah    "sistem    sihir"    yang menjauhkan    perhatian    orang    dari    sifat    kelas    dalam    masyarakat    dengan menekankan konsumsi.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa "periklanan" dilihat sebagai suatu lokomotif utma dalam penciptaan kebutuhan semu.
Bahkan  sekarang  ini  telah  terjadi  pergeseran  di  mana  periklanan  tidaklah semata-mata bernuansa ekonomi tetapi merambah ki bidang-bidang lainnya. Leiss et  al  dalam  Social  Communivcation  (1990)  berusaha  menempatkan  iklan  dalam suatu  perspektif  kelembagaan  (menjembatani  hubungan  antara  bisnis  dan  media) di mana persoalan  peran iklan dalam penjualan tidak begitu  penting dan menarik lagi, dibanding perannya sebagai lokomotif komunikasi sosial. Di sini bagaimana iklan   mencoba   menarik   para   konsumen   dengan   dimensi-dimensi   yang   tidak berhubungan  langsung  dengan  barang-barang  tersebut,  baik  dimensi  identitas individual, kelompok atau keluarga, kebahagian dan kepuasan, gender seksual dan sebagainya.  Bahkan  Kline  dalam     karyanya  Out  of  the  Garden  (1994)  lebih pesimis dan negatif lagi, bahwa iklan pemasaran produk mainan anak-anak telah menimbulkan  sekian  dampak  jelek  terhadap  jenis  permainan  yang  dimainkan anak-anak  (membatasi  imajinasi  dan  kreativitas  anak)  serta  terhadap  interaksi antar gender dan interaksi orang tua-anak.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus